Sholat

SALAT HAPUS DOSA NON ADAMI

Saat ngaji dalam Lailatul Ijtima Ranting NU Candimulyo edisi 188 di Masjid Arrohman Perum Pondok Candi Indah, Kamis (11/11/2021), Wakil Rois Syuriyah PCNU Jombang, KH Muhammad Soleh menjelaskan keutamaan salat fardu lima waktu. “Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Salat fardu bisa menghapus dosa seperti halnya air menghilangkan kotoran,” tuturnya.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bahkan mengibaratkan, orang yang salat fardu lima waktu ibarat mandi sehari lima kali. Sehingga badannya benar-benar bersih dari bolot.

Seperti itu jugalah dosa-dosa kita. Ketika kita membersihkan dosa-dosa itu sehari lima kali, maka kita pasti bersih dari dosa.

Makanya Gus Baha dawuh; Orang yang salat fardu tok tanpa ditambahi salat-salat sunah itu sudah bisa jadi wali.

Orang yang zakat wajib tok tanpa ditambahi sedekah-sedekah sunah juga bisa jadi wali.

Orang yang puasa wajib tok tanpa ditambahi puasa-puasa sunah juga bisa jadi wali.

Asalkan kerja nya benar-benar halal.

Lalu tidak punya dosa dengan sesama. “Sebab salat itu tidak bisa menghapus dosa dengan sesama manusia,” kata Kiai Soleh.

Misalnya kita mengambil buah atau sayurnya tetangga. Maka Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan menghapus dosanya sebelum kita minta diikhlaskan pada si tetangga.

“Yuk, aku maeng nyaut pencitmu gawe nyambel, tolong ikhlaskan yo..,” ucap Kiai Soleh mencontohkan.

Kalau si tetangga sudah bilang; “Yo gpp..”
Baru dosa hak Adami itu akan dihapus.

Dosa ngerasani juga demikian. Baru dihapus kalau kita sudah minta maaf.

Kalau orang yang mau kita mintai maaf keberadaan nya tidak jelas gimana? “Inilah sebabnya, tiap usai salat kita diajak baca istighfar,” jelasnya.

Lafad istighfar nya; Astaghfirullahal azim li waliwalidayya wali jami’i ashabil huquqil wajibati alayya wali jamiil muslimin wal muslimat wal mukminin wal mukminat al ahya i minhum wal amwat.

Ashabil huquqil wajibati alayya adalah orang-orang yang kita punya sangkutan kewajiban kepada mereka.

Dengan kita mintakan ampunan, mudah-mudahan di akhirat kelak mereka sudah tidak menuntut kita..

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget ngelampahi

__Terbit pada
24 November 2021
__Kategori
Amalan, Keislaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *