Sen. Agu 8th, 2022
foto Ilustrasi

Saat syukuran haji Pak Huda Bakso dan istri nya di Perum GKM 2 Candimulyo, Kamis (9/6/2022), KH Khairil Anam Denanyar, menyampaikan bekal yang penting dibawa selama haji. “Bekalnya yakni STMJ,” tuturnya.

S nya yakni sabar. Sabar dalam melaksanakan semua rangkaian ibadah haji. Sabar dalam menjauhi larangan haji.

Gus Anam lalu mengutip QS Albaqarah 197.
Disitu disebutkan tiga larangan haji.

Pertama rofas. Yakni berhubungan dengan seksual dan pornografi. “Selama haji tidak boleh berhubungan suami istri. Juga tidak boleh ngomong maupun berpikir porno,” terang nya.

Alkisah, ada orang yang pas haji membatin. Pingin tahu seberapa besar senjatanya orang negro Afrika yang orange hitam besar.

Suatu ketika dia ke toilet. Dadak papasan orang negro. Lalu dibukakno. Sehingga akhirnya dia benar-benar tahu senjata orang negro.

Ada orang yang saat haji ingin melihat wanita-wanita cantik dari berbagai penjuru dunia. Dia akhirnya ketok wanita cantik-cantik. Sehingga selama towaf senjatanya tegang.

Kedua, yang dilarang yakni fusuk atau perbuatan maksiat. Termasuk mencaci maki, membunuh hewan bahkan mencabut rumput.

Gus Anam cerita, jamaah Indonesia itu kecil-kecil. Sehingga gampang dilangkah-langkahi.

“Ada orang sujud. Ketika duduk, kelihatan gelap… Ternyata dia masuk rok wanita yang melangkahi,” ucapnya disambut tawa hadirin.

Nah, walaupun dilangkah-langkahi, kita tak boleh mencaci maki.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang paling baik diantara kamu adalah yang melemaskan pundak ketika salat.

Maksud nya, ketika salat, lalu disamping nya ada orang lewat, dia mau melemaskan pundak nya. Sehingga orang yang mau lewat, bisa lewat.

Ketiga, yang dilarang yakni jidal atau berbantah-bantahan, bertengkar atau rebutan.

“Disana banyak orang rebutan bahkan bantah-bantahan,” ungkap nya. Rebutan kendaraan. Rebutan makanan. Dan lain-lain.

Baca Juga  Kisah Majusi, Masuk Surga Sebab Memuliakan Bulan Ramadan

Kalau bisa, kita tidak ikut rebutan. Tidak ikut bantah-bantahan. Tidak ikut gegeran.

T nya yakni tawakal. Gus Anam cerita, ada jamaah haji yang batal berangkat karena begitu sampai bandara, dia takut naik pesawat.

Takut pesawat nya jatuh. Nah, biar tidak seperti itu, kita harus tawakal.

Ada jamaah haji kaya. Dia haji ngajak satu pembantu. Agar saat di tanah suci, pembantu nya ini melayani, mencucikan dan mijeti.

“Begitu tiba di tanah suci, mulai datang sampai pulang, si pembantu sakit. Sehingga malah juragannya yang meladeni,” urainya.

Makanya selama haji harus pasrah.

M nya yakni musyawarah. Selama haji, suami istri harus musyawarah kalau mau melakukan sesuatu. Biar tidak gampang gegeran.

Mau kemana-mana, jamaah juga harus musyawarah dengan pembimbing maupun petugas haji.

J nya yakni jihadun nafsi. Artinya memerangi nafsu.
Jangan sampai merasa sombong. Jangan sampai merasa lebih baik dari jamaah lain.

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget ngelampahi

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.