Sen. Mei 16th, 2022
Jamaah Di Masjid

Saat Lailatul Ijtima Ranting NU Candimulyo edisi 205 di Musala Baiturrohman Nglundo Utara, Kamis (10/3/2022), ada jamaah yang tanya.

Kiai, saat takbiratul ihram dan salam, makmum itu mbarengi imam atau sesudah imam?

Wakil Rois Syuriyah PCNU Jombang Kiai Muhammad Soleh menjawab tegas; Setelah imam, jadi tidak boleh mbarengi.

Setelah imam takbir, Allahu Akbar. Baru makmum takbir, Allahu Akbar.

Setelah imam salam, assalamualaikum. Baru makmum salam, assalamualaikum.

Kiai Soleh menjelaskan, batasan makmum masbuk atau makmum yang telat adalah sebelum imam mengucapkan assalamualaikum. “Sebelum imam mengucapkan kum nya lafad assalamualaikum,” kata Kiai Soleh.

Misalnya kita datang telat.

Begitu masuk masjid imam sudah tahiyat akhir. Asalkan imam belum assalamualaikum, kita bisa langsung takbiratul ihram kemudian ikut duduk tahiyat.

“Kalau setelah kita selesai takbiratul ihram, lalu imam salam, ya kita tak perlu duduk tahiyat,” ucap Kiai Soleh.

Kita langsung saja neruskan yang ketinggalan.

Makmum masbuk yang telat seperti diatas, tetap mendapatkan keutamaan salat jamaah 27 derajat.

KH Masduki Abdurrahman Al Hafidz Perak, kala ngaji Ahad Wage bakda Subuh di Musala Wali Songo Balai Desa Candimulyo pernah mengutip sabda Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam.

Orang yang istiqamah salat jamaah akan diberi lima hal.

Pertama, bebas dari kesulitan rezeki. Jadi rezekinya bakal luas.

Kedua, bebas dari siksa kubur.

Ketiga, menerima catatan amal tangan kanan.

Keempat, melewati jembatan sirotol mustaqim secepat kilat.

Kelima, masuk surga tanpa hisab.

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget ngelampahi.

Aamiin

Baca Juga  SALAT QOBLIYAH RASA BAKDIYAH

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.