Rab. Feb 1st, 2023
ILUSTRASI FOTO: abusyuja

Saat ngaji dalam Lailatul Ijtima Ranting NU Candimulyo, Wakil Rois Syuriyah PCNU Jombang, KH Muhammad Soleh, menjelaskan pentingnya ngaji.

“Hidup itu harus dipandu ilmu. Makanya tugas ranting NU adalah muter pengajian dan majelis ilmu,” tuturnya.

Mbah Bolong pernah mengibaratkan, orang yang tanpa ilmu seperti menggerakkan kendaraan tanpa kunci.

Punya motor kok ndak punya kunci. Maka kemana-mana motor nya akan dituntun.

Sehingga hidupnya tidak terbantu motor, tapi malah dibikin susah oleh motor.

Orang yang tidak punya ilmu, akan menanganggap ibadah sebagai beban. Padahal ibadah itu diperintahkan oleh Allah yang menciptakan manusia. Sehingga pasti efeknya bagus kepada manusia.

Salat contoh nya. Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang istiqamah salat akan diberi lima hal. Pertama, bebas dari kesulitan rezeki.

Kedua, bebas dari siksa kubur

Ketiga, menerima catatan amal tangan kanan.

Keempat, melewati jembatan sirotol mustaqim secepat kilat.

Serta kelima, masuk surga tanpa hisab.

Dalam kehidupan ditengah masyarakat, orang yang hidupnya dipandu ilmu, tidak akan mudah terbawa omongan orang. Tidak sombong ketika dipuji. Tidak susah ketika dicaci.

Lukman Al Hakim pernah memberi pelajaran kepada anaknya.

Dia keluar rumah bersama anaknya. Lukman naik keledai, anaknya jalan kaki.

Orang-orang berkata; Bapak tidak tahu diri. Masak dia naik keledai, anaknya disuruh jalan kaki.

Akhirnya ganti anaknya naik keledai, Lukman sebagai bapak jalan kaki.

Orang-orang berkata; Anak tidak tahu diri. Masak anaknya naik keledai, bapaknya jalan kaki.

Akhirnya keduanya naik keledai.

Orang-orang berkata; Bapak anak tidak tahu diri. Masak keledai kecil dinaiki dua orang.

Akhirnya Lukman dan anaknya memanggul keledai itu.

Orang-orang berkata; Bapak anak sinting, wong keledai kok dipanggul.

Baca Juga  Rahasia Amalan Laqad Ja’akum dan Manfaatnya

Kita tak akan pernah benar seratus persen dihadapan semua orang.

Inilah sebabnya, hidup harus dipandu ilmu. Jangan mudah terpengaruh omongan orang. Baik berupa cacian maupun pujian.

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget ngelampahi..

Aamiin..

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *