Sab. Jun 25th, 2022
KH Mustain Syafii

Saat ngaji tafsir Jalalain karya Syekh Jalaluddin Al Mahalli dan Syekh Jalaluddin Assuyuti, di Pesantren Tebuireng, Rabu (8/12/2021), DR KH Ahmad Musta’in Syafiie Alhafid, menjelaskan tiga macam tidur. ’’Ada tidur hailulah, qoilulah dan ailulah,’’ tuturnya.

Pertama, tidur hailulah yakni tidur usai salat Subuh. Ini menjadi penghalang rezeki. Habib Zain bin Smith berkata; Tidur setelah salat Subuh menghilangkan berkah rezeki dan berkah umur. Sebab berkahnya umat ini ada di waktu pagi, yakni waktu setelah salat Subuh sampai terbitnya matahari.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam berdoa; Allahumma barik ummati fi bukuriha. Ya Allah berkahilah umatku di waktu pagi.

Rois Syuriyah MWCNU Kecamatan Jombang sekaligus Pengasuh PP Assaidiyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas, KH Ahmad Hasan pernah cerita. Beliau mendengar dawuhnya mantan Ketua Umum PBNU, KH Idham Chalid. ’’Secapek apapun, Kiai Idham ini tidak tidur setelah Subuh. Kalau memang capek, beliau menunggu setelah waktu Subuh habis, baru tidur,’’ jelasnya. Habisnya waktu Subuh ditandai dengan terbitnya matahari.

Hari ini, Rabu (19/1/2022), untuk wilayah Jombang, sesuai jadwal yang diposting PC Lembaga Falakiyah NU Jombang, terbitnya matahari pukul 05:22:29 WIB.

Suatu hari, Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso, almarhum KH Dimyati Romly, disowani seseorang minta amalan agar tokonya laris. Kiai Dimyati memberi amalan agar buka lebih pagi. Bulan depannya, orang itu sowan lagi dengan tujuan yang sama; Minta amalan agar tokonya lebih laris. Kiai Dimyati tetap menyarankan agar buka lebih pagi.

Bulan ketiga, orang itu sowan lagi dan menyampaikan tokonya sudah laris…

Kalau kita amati, di sekitar kita juga banyak usaha yang sangat laris karena buka nya pagi-pagi.

Baca Juga  GANJARAN 100 SYAHID

Bubur Bu Lukah samping rumah saya, buka habis Subuh, pukul 07.00 sudah habis. Ketan Merdeka Jalan Gus Dur, buka pukul 04.30, pukul 06.00 sudah habis. Depot Nikmat buka pukul 05.00 juga sangat laris.

Belajar dan menghafal, juga lebih gampang nyantol di waktu pagi.

Kata Cak Surono, bulan madu yang paling enak juga di waktu pagi… hehehe

Kedua, tidur qoilulah yakni tidur siang. Bisa sebelum atau sesudah salat Duhur. Ini menambah energi sehingga kita kuat salat malam.

Penelitian di Australia menemukan, tidur siang 10 menit sudah cukup membantu kita memulihkan diri dari tidur malam terbatas. Kita akan merasakan kantuk yang berkurang, fisik yang lebih kuat, dan menunjukkan kinerja kognitif yang membaik selama 155 menit setelah tidur siang.

Ketiga, tidur ailulah alias tidur setelah salat Asar. Ini membuat gila atau hilang akal.
Suatu ketika, ada kiai menyampaikan ini. Lantas ada orang yang tidak percaya. Opo bener tidur habis Asar bikin gila??

Dia lantas tidur habis Asar. Tengah malam dia bangun dan merasa tidak gila. Dia lantas mendatangi rumah si kiai dan mengetuknya. Si kiai pun membukakan pintu.

Kepada si kiai, orang itu berkata; Lihat kiai, saya tidak gila. Meskipun saya tidur habis Asar!

Si kiai lantas menjawab; Kamu mengetuk rumah orang tengah malam saat orang-orang sedang tidur. Apakah itu tidak segila-gilanya kelakuan??

Orang itu lantas klimpris-klimpris pulang..

Surat An-Naml Ayat 86

أَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا اللَّيْلَ لِيَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.