tobat

TIGA LEVEL TOBAT

Saat ngaji kitab Sirojut Tolibin karya Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Jampes syarah Minjahul Abidin karya Imam Ghozali, Rabu (10/11/2021), Pengasuh PP Sunan Ampel Jombang, KH Taufiqurrahman Muchid, menjelaskan tiga tingkatan tobat. “Pertama taubah, kedua inabah, ketiga aubah,” tuturnya.

Taubah yakni orang yang tobat karena takut siksa. Sebab orang yang tidak tobat pasti akan disiksa di neraka.

Kedua inabah, yakni tobat karena ingin mendapatkan pahala.

Ketiga alias yang tertinggi adalah aubah. Yakni tobat murni karena Allah subhanahu wa ta’ala. Bukan karena takut siksa. Juga bukan karena arep-arep pahala.

Diantara bukti tobat yakni membaca istighfar.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam sendiri menyatakan, tiap hari minimal baca istighfar 70 kali.

Ketika mendapati pelaku maksiat, yang harus kita lakukan adalah mendoakannya agar tobat.

Rois Syuriyah PCNU Jombang, KH Abd Nashir Fattah, cerita, punya rutinan ngaji di Kabuh.

Tempat awalnya agak jauh dari lokalisasi klubuk.

Begitu tahu di dekat situ ada lokalisasi, Kiai Nashir minta agar pengajian digilir. Kadang di tempat yang agak jauh dari lokalisasi. Kadang di tempat yang dekat lokalisasi.

Harapan beliau, pekerja di lokalisasi itu krungu pengajian. Ngerti besarnya rahmat Allah subhanahu wa ta’ala yang mau menerima tobatnya orang seperti apapun.

Sehingga nantinya para pekerja di lokalisasi itu tergerak untuk tobat.

Ini cocok dengan kisah yang ada dalam Sirojut Tolibin.

Suatu ketika Nabi Ibrahim alaihissalam di mikraj kan ke langit para malaikat.

Disitu Nabi Ibrahim melihat orang zina lalu berdoa agar dihancurkan. Maka Allah pun menghancurkan nya.

Melihat orang mencuri, Nabi Ibrahim berdoa agar Allah menghancurkan nya. Sehingga Allah pun menghancurkan nya.

Suwe-suwe Allah balik menegur Nabi Ibrahim. “Ibrahim, jangan main minta hancurkan seperti itu!”

Sebab mereka itu ada diantara tiga keadaan.

Pertama, jika mereka tobat, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan menerima tobat nya.

Kedua, orang-orang itu bisa jadi kelak mempunyai keturunan ahli ibadah. Seperti Abu Jahal. Dia sangat memusuhi Nabi. Namun punya anak Ikrimah yang banyak meriwayatkan hadis Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam.

Ketiga, kalau memang hamba itu tetap maksiat dan tidak mau tobat sampai akhir hayat, maka mereka akan disiksa di neraka..

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita termasuk orang-orang yang bertobat dan menjadi sebab tobatnya orang lain

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

__Terbit pada
17 November 2021
__Kategori
Amalan, hikmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *