Sen. Mei 16th, 2022
KH Taufiqurrohman Muchid

Saat ngaji kitab Sirojut Tolibin karya Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Jampes syarah Minjahul Abidin karya Imam Ghozali, Kamis (23/12/2021), Pengasuh PP Sunan Ampel Jombang, KH Taufiqurrahman Muchid, menjelaskan tiga muqodimah tobat.

Yakni hal yang mendorong seseorang tobat.

Kita semua wajib terus menerus tobat. “Karena tobat adalah awal dari maqom-maqom makrifat,” tutur Kiai Taufiq.

Muqodimah tobat yang pertama yakni ingat betapa jeleknya perbuatan dosa.

“Dosa itu menjadi penghalang dari semua yang kita cintai,” jelasnya.

Kita ngaku cinta pada ibu. Lalu kita berbuat dosa pada ibu.

Maka pasti timbul penghalang. Doa apik yang dipanjatkan ibu untuk kita tidak dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Kita ngaku cinta anak istri. Lalu berbuat dosa pada mereka.

Misalnya dengan menganiaya atau tidak menafkahi mereka. Maka pasti muncul penghalang sehingga mereka pergi meninggalkan kita.

Allah juga demikian. Kita ngaku cinta Allah. Namun berbuat dosa pada Allah. Pasti kita tidak akan memperoleh cinta Allah.

“Kejelekan dosa itu ada pada tiga masa. Masa lalu. Masa sekarang dan masa yang akan datang,” urai Kiai Taufiq.

Masa depan perbuatan dosa jelas, kelak akan disiksa di neraka.

Malah ada dosa yang siksanya juga diberikan di dunia.

Diantara nya, dosa menyakiti orang tua, minum minuman yang memabukkan serta zina.

Muqodimah tobat yang kedua yakni ingat betapa hebatnya siksa Allah subhanahu wa ta’ala.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Yang menghalangi rezeki seseorang adalah dosanya.

Kalau rezeki sedang sulit, awak sakit, istri marah-marah, anak ndablek, maka kita harus evaluasi. Pasti masih ada dosa yang belum kita tobati.

Muqodimah tobat yang ketiga yakni ingat betapa lemah nya diri ini dalam menghadapi siksa Allah subhanahu wa ta’ala.

Baca Juga  Pingsan karena Nguping Pembicaraan Hadratussyaikh dengan Kiai Bisri Syansuri

Kena sinar matahari pukul 12.00 siang saja kita kepanasan. Apalagi kena api neraka.

Padahal api neraka yang paling kecil saja, bila tersentuh ujung kaki kita. Maka otak kita akan langsung umep.

Dipukul tentara saja kita klenger. Apalagi dipukul godone malaikat.

Digigit semut saja kita kesakitan. Apalagi dicambuk dengan cemeti malaikat.

Dientup tawon saja kita kesakitan. Apalagi di entup ular neraka yang besarnya sak unto..

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala menyelamatkan kita dari semua itu.

Surat At-Tahrim Ayat 8

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

 

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita termasuk orang-orang yang bertobat.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.