Sen. Mei 16th, 2022
Ilustrasi. (nuonline)

Saat ngaji kitab Sirojut Tolibin karya Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Jampes Kediri syarah Minjahul Abidin karya Imam Ghozali, Senin (14/3/2022), Pengasuh PP Sunan Ampel Jombang, KH Taufiqurrahman Muchid, menjelaskan cara tobat dari dosa menuduh orang kafir, munafik, murtad atau ahli bid’ah.

“Misalnya kita memanggil seseorang; hai kafir,” ucap Kiai Taufiq mencontohkan. Padahal orang itu tidak kafir.

Maka tobat nya melalui dua cara.

Pertama, mengumumkan bahwa perkataan nya dulu bohong. Mengumumkan bahwa tuduhan nya bahwa si A kafir, munafik, murtad, atau ahli bid’ah adalah bohong.

“Hai wong-wong, saya dulu pernah bilang si A kafir. Sepurane yo, ucapan ku itu dulu bohong.” Misalnya seperti itu.

Kedua, dengan meminta dihalalkan kepada orang yang kita sebut sebagai kafir, murtad, munafik dan ahli bid’ah.

“Pak A, aku dulu pernah nuduh sampean kafir. Tolong maafkan dan halalkan ya..” Misalnya seperti itu.

Kalau dia minta ganti rugi karena kita telah mencemarkan namanya, ya harus kita ganti.

“Orang yang dituduh kafir pasti sulit memaafkan dan menghalalkan,” ucap Kiai Taufiq.

Tapi kalau kita sering mendatangi nya dan memberi nya uang atau barang berharga, pasti lambat laun dia mau memaafkan.

Kalau orang yang kita tuduh kafir itu sudah mati atau tak jelas rimba nya, maka yang harus kita lakukan adalah banyak ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan kerendahan hati. Dan sedekah yang pahala nya kita kirimkan pada orang yang kita tuduh tersebut.

Ini karena di akhirat nanti, kita pasti dimintai tanggung jawab.

Pahala kita akan diminta oleh orang yang kita sakiti.

Jika pahala kita tak cukup, maka ganti dosa orang itu yang akan dipikulkan pada kita.

Baca Juga  Taubat Dosa Membunuh

Menuduh kafir, sesat dan lainnya, siksa nya sangat berat.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang nuduh kafir padahal yang dituduh tidak kafir, maka kekafiran itu akan kembali pada si penuduh…

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget terus Istiqomah bertobat dan menjauhi dosa.. Baik dosa kepada Allah subhanahu wa ta’ala maupun kepada sesama manusia.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.