Sen. Mei 16th, 2022
kuburan. Ilustrasi kuburan. Foto: Aldi/Islampos

Saat ngaji dalam peringatan 40 hari wafatnya almarhum Mas Abyan Dhiyaulhaq Akram bin Sujud Wiyono di Perumda Candimulyo, Jumat (25/3/2022), Pengasuh PP Sunan Ampel Jombang, KH Taufiqurrahman Muchid, menjelaskan pentingnya kirim doa dan sedekah kepada mayit. Karena mereka mengalami ujian berat di dalam kubur.

“Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang mukmin menjalani ujian di kuburnya selama tujuh hari,” tuturnya.

Yakni orang mukmin yang salatnya istiqamah. Puasa Ramadan nya penuh. Mau zakat dan sedekah.

Juga tidak banyak dosa kepada sesama. Baik dosa karena mengambil milik orang lain. Menyakiti fisik orang lain, merugikan orang lain, merendahkan orang lain, menghina orang lain ataupun menjatuhkan nama orang lain.

“Orang munafik menjalani ujian di kuburnya selama 40 hari,” kata Kiai Taufiq.

Orang munafik ini, salat tapi arang-arang. Puasa Ramadan tapi gak penuh. Zakat dan sedekahnya tidak rutin.

Kadang-kadang masih menyakiti sesama manusia. Baik dengan mengambil milik orang. Menyakiti fisik orang, merugikan orang, merendahkan orang, menghina orang ataupun menjatuhkan nama orang lain.

“Makanya para sahabat Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam senang bersedekah untuk ahli kuburnya, guna meringankan beban mereka di kuburan,” terang Kiai Taufiq.

Kiai Taufiq berpesan, anak-anak agar tetap belajar ngaji selain sekolah. “Karena ngaji itulah yang bisa bermanfaat di kuburan,” terangnya.

Quran yang kita baca kelak akan menjadi pelindung kita di kuburan.

Gus Baha pernah cerita, malaikat penyiksa datang hendak menyiksa penghuni kubur karena dosa-dosanya.

Namun penghuni kubur itu didampingi dan dilindungi Quran yang dia baca. Sehingga malaikat yang hendak menyiksa tak bisa menyiksa nya.

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget memperbanyak baca Alquran..

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.