Usal-Usul Izrail Menjadi Malaikat Pencabut Nyawa

Ketika Allah Swt. akan menciptakan Nabi Adam As. Allah memberikan wahyu pada bumi:

“Aku akan membuat ciptaan dari permukaanmu yg mana sebagian ada yg taat dan ada yg bermaksiat, yg taat akan masuk ke Surga, sedangkan yg durhaka akan masuk ke Neraka “.

Lalu Allah mengutus malaikat Jibril agar turun ke bumi untuk mengambil sekepal tanah.

Dan sesampainya di bumi, bumi bersumpah: “Demi Allah, jangan ambil aku, jika pada akhirnya bagian dari diriku akan ada yg masuk Neraka ”

Mendengar itu malaikat Jibril tidak berani mengambil apapun dari bumi, ia kembali pada Allah dan mengadu:

“Ya Allah, bumi telah bersumpah atas nama-Mu agar aku tidak mengambilnya, maka dari itu aku tidak berani mengambilnya”

Kemudian Allah mengutus malaikat Mikail agar mengambil sekepal tanah. Seperti yg pertama, bumi juga bersumpah atas nama Allah, sehingga malaikat Mikail pun tidak berani mengambil apapun dari bumi.

Lalu Allah memberi perintah pada malaikat Izrail, maka turunlah malaikat Izrail dengan membawa tongkat kecil, dan saat itu juga bumi berguncang. Saat malaikat Izrail akan mengambilnya, bumi kembali bersumpah seperti yg dilontarkan pada dua malaikat sebelumnya.

Mendengar hal itu, malaikat Izrail berkata: “Perintah Allah lebih baik daripada sumpahmu”.

Setelah melawan ucapan bumi, malaikat Izrail mengambil sekepal demi sekepal dari bumi; tanah hitam, tanah putih, merah, halus, kasar, daratan tinggi ataupun rendah (ziyadati; sesuai manusia saat ini, ada yg putih, ada yg hitam, ada sawo matang, ada yg halus dan ada juga yg kasar, tergantung tanah penciptaan manusia tersebut).

Setelah itu malaikat datang pada Allah Swt. dgn membawa berbagai macam tanah itu, dan Allah bertanya pada malaikat Izrail. Kenapa engkau mengabaikan bumi padahal dia bersumpah dgn nama-Ku?

Malaikat Izrailpun menjawab; Perintah-Mu lebih wajib ya Allah, dan ancaman-Mu lebih menakutkan.

Kalau begitu, Aku angkat engkau agar menjadi malaikat maut, pencabut nyawa dan melemparkan ruh dari jasadnya.

Sumber: Kitab Badaiuz Dzuhur hal 34-35

credit: FP/GusDewaMenjawab

 

__Terbit pada
3 Mei 2021
__Kategori
Sejarah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *