Kam. Des 1st, 2022
Rabiul Awal

Kyaiku.com – Saat ngaji kitab Sirojut Tolibin karya Syekh Ihsan Muhammad Dahlan syarah Minhajul Abidin karya Imam Ghozali di rumah H Sukardi, Kwijenan, Jelakombo, Jombang, Sabtu (24/9/2022), Pengasuh PP Sunan Ampel, KH Taufiqurrahman Muchit, menjelaskan keutamaan muludan. ’’Sahabat Abu Bakar dawuh; Barangsiapa yang menginfakkan satu dirham atas dibacanya maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, maka ia adalah temanku di surga,’’ tuturnya.

Kiai Taufiq cerita, setiap memasuki awal bulan Rabiul Awal, bapaknya selalu mengingatkan ibunya. ’’Bu, jangan lupa. Minimal satu dirham untuk muludan,’’ kenangnya.
Saat masih punya kambing, bapaknya selalu menyembelih kambing untuk muludan. ’’Ketika sudah tidak punya kambing, ya tetap dicari-carikan apapun untuk muludan,’’ bebernya. Tidak peduli harus menjual barang atau yang lain.

Kiai Taufiq mengenang, bapaknya bukan tokoh besar. ’’Bapak saya hanya guru ngaji di kampung,’’ jelasnya.

Namun oleh Allah subhanahu wa ta’ala diberi anugerah, wafat pas malam 12 Rabiul Awal. Sama dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang juga wafat pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal. Hari dan tanggal, lahir serta wafatnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sama: Hari Senin, 12 Rabiul Awal.

’’Saya angen-angen, kenapa bapak saya bisa dapat anugerah, wafat pada hari yang sama dengan Rasulullah. Ternyata jawabannya, karena bapak tiap bulan mulud selalu mengeluarkan minimal satu dirham untuk muludan,’’ urainya.

Saya tanya H Sukardi, berapa satu dirham itu? ’’Rp 2,7 juta,’’ jawabnya.

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget meneladani..

Baca Juga  Karomah KH. Maimun Zubair Mempersingkat Waktu Perjalanan

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *