Dukungan moral dari kalangan ulama Nahdlatul Ulama (NU) terus mengalir kepada Gus Hery Haryanto Azumi yang menyatakan kesiapan maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-35.
Terbaru, Gus Hery bersama rombongan bersilaturahmi ke kediaman mantan Ketua Umum PBNU periode 2010–2021, Said Aqil Siroj, di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (25/6) malam.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain membahas dinamika Muktamar NU ke-35, keduanya juga berdiskusi mengenai tantangan kepemimpinan Nahdlatul Ulama pada abad kedua, penguatan peran pesantren, serta pentingnya menjaga persatuan warga nahdliyin di tengah proses regenerasi kepemimpinan organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, KH Said Aqil Siroj menyampaikan doa sekaligus restu kepada Gus Hery.
“Semoga Allah SWT memberikan jalan terbaik. Jika memang Allah mentakdirkan amanah kepemimpinan itu kepada Gus Hery, semoga diberikan kemudahan, kekuatan, dan keistiqamahan untuk memimpin NU dengan penuh keikhlasan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab,” ujar KH Said Aqil.
Menurutnya, Nahdlatul Ulama membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memahami tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga mampu menyatukan seluruh elemen organisasi dan menjawab tantangan zaman.
“Yang terpenting bagi seorang pemimpin NU adalah keikhlasan berkhidmat, keteguhan menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta kemampuan merangkul seluruh elemen jam’iyah. Pengalaman organisasi, jejaring yang luas, dan kemampuan membaca tantangan zaman merupakan bekal penting untuk membawa NU semakin maju,” katanya.
