Ketua PWNU Jateng Gus Rozin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35

Ketua PWNU Jateng Gus Rozin Siap Maju sebagai Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35 NU

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU.

Gus Rozin bahkan telah meminta doa restu kepada para pengurus cabang NU di Jawa Tengah.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

“Ini merupakan ikhbar sekaligus meminta doa kepada para ketua PCNU se-Jawa Tengah.”

“Saya melakukan ini karena saya berangkat dari Jawa Tengah, dan saya merasa bahwa para Ketua PCNU ini bukan orang lain,” katanya, Jumat (17/7/2026), dikutip dari Kompas.com.

Gus Rozin menegaskan, pencalonannya bukan untuk memperuncing persaingan antartokoh, melainkan sebagai bentuk ikhtiar untuk berkontribusi terhadap masa depan organisasi.

Ia juga ingin mengurai berbagai persoalan yang dihadapi Nahdlatul Ulama serta merumuskan arah organisasi ke depan.

“Kami mencoba mengurai masalah yang ada,” katanya.

Menurut Gus Rozin, keputusannya maju sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU juga telah didiskusikan dengan sejumlah sahabat dan pengurus NU dari berbagai daerah.

“Saya sempat berpikir lama dan akhirnya sekitar dua hari lalu, saya bersama teman-teman dan beberapa Ketua PCNU yang menghubungi saya, maka saya berikhtiar untuk berkontestasi pada Muktamar tahun ini,” ungkapnya.

Gagasan NU Berdaulat

Meski maju dalam kontestasi Ketua Umum PBNU, Gus Rozin menegaskan orientasinya bukan semata-mata soal persaingan, melainkan memperkuat persatuan organisasi sekaligus menawarkan gagasan bagi masa depan NU.

Ia kembali menyampaikan visinya agar Nahdlatul Ulama menjadi organisasi sosial keagamaan Islam yang berdaulat, bermartabat, dan memberi manfaat bagi kemaslahatan umat, bangsa, serta kemanusiaan.

“Kita ingin NU terwujud sebagai perkumpulan sosial keagamaan Islam yang berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat untuk kemaslahatan dan kesejahteraan Indonesia dan semesta,” katanya.

Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Pati itu juga mengajak seluruh PCNU di Jawa Tengah menjadikan Muktamar sebagai momentum memperkuat konsolidasi organisasi, bukan memperlebar perbedaan.

“Yang harus kita menangkan adalah masa depan NU yang berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat. Muktamar harus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan melanjutkan khidmah kepada umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujar Rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati tersebut.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *