Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa mengaku tidak akan menolak apabila mendapat mandat dari para pengurus NU di daerah.
“Kalau aspirasi dari cabang dan wilayah meminta, itu sangat kuat. Saya tidak bisa menolak,” kata KH Zulfa di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Sinyal pencalonan KH Zulfa juga disampaikan Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab.
Menurut Gus Aab, dalam beberapa bulan terakhir, aspirasi dari berbagai PWNU dan PCNU terus mengalir agar KH Zulfa ikut dalam kontestasi kepemimpinan PBNU.
“Beberapa bulan terakhir banyak pengurus wilayah dan pengurus cabang yang datang langsung kepada Kiai Zulfa dan meminta beliau ikut mengambil bagian dalam proses suksesi kepemimpinan di Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Aab.
Menurut Gus Aab, dukungan tersebut lahir dari harapan warga Nahdliyin agar PBNU ke depan semakin kuat melalui agenda pembaruan organisasi.
“Mereka menyampaikan harapan akan adanya perbaikan di tubuh Nahdlatul Ulama. Kiai Zulfa dipandang sebagai ikon perubahan yang dibutuhkan NU saat ini,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa tradisi di NU mengharuskan seseorang memperoleh dukungan dari pengurus wilayah dan cabang sebelum dapat maju sebagai calon ketua umum.
Karena itu, besarnya aspirasi dari daerah dinilai menjadi modal penting bagi KH Zulfa.
“Posisi hari ini memang banyak wilayah dan cabang yang meminta Kiai Zulfa untuk ikut secara langsung dalam kontestasi kepemimpinan NU,” ujarnya.
Gus Aab menegaskan bahwa KH Zulfa bukan sosok yang mengejar jabatan.
Namun, menurutnya, mantan Rais Syuriyah itu memiliki prinsip tidak menolak amanah apabila diminta mengemban tanggung jawab demi kemajuan organisasi.
“Kiai Zulfa bukan orang yang mencari kekuasaan. Tetapi beliau pantang menolak ketika diberi amanah, terutama untuk membawa Nahdlatul Ulama kembali kepada kekuatannya, marwahnya, dan khittahnya,” ucap Gus Aab.
Sementara itu, KH Mujib Qulyubi mengungkapkan bahwa dukungan terhadap KH Zulfa juga terus bermunculan dari berbagai daerah.
“Beberapa kali saya bertemu pengurus wilayah dan cabang, tampaknya sudah banyak yang mendorong beliau untuk maju menjadi Ketua Umum PBNU. Tetapi semua tetap bergantung pada mekanisme organisasi dan keputusan para pemilik suara,” kata KH Mujib. (akurat.co)
![]()
