Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi menerima amanah untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU. Pencalonannya mendapat dukungan bulat dari 45 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur.
“Saya tidak pernah mencalonkan untuk maju dari awal. Tapi sekarang saya mendapat amanah dari 45 PCNU se-Jatim dan diusung untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Saya menyatakan siap,” kata Gus Kikin di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Selasa (21/7/2026).
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, itu menegaskan kesiapannya menjalankan amanah tersebut dengan membawa gagasan untuk memperkuat kinerja organisasi.
“Dampak yang diharapkan NU akan semakin baik. Kita akan mempersiapkan diri supaya ketika memasuki Muktamar, kita bisa mengusulkan pikiran-pikiran yang baik demi kinerja yang baik juga,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Abdul Matin Djawahir menjelaskan bahwa pencalonan Gus Kikin merupakan keputusan resmi organisasi yang telah melalui serangkaian pembahasan internal.
“PWNU Jatim menugaskan Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin untuk menjadi kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Muktamar ke-35. Ini murni keputusan PWNU Jatim, bukan kehendak pribadi siapa pun,” katanya.
Menurut Abdul Matin, keputusan tersebut dibahas melalui beberapa kali rapat Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah. PWNU Jawa Timur bahkan membentuk tim kecil untuk mematangkan proses penugasan sebelum meminta kesediaan Gus Kikin menerima amanah tersebut.
Setelah memperoleh persetujuan dari Gus Kikin, PWNU Jawa Timur kemudian mengundang seluruh PCNU di Jawa Timur untuk meminta pandangan terkait pencalonan tersebut.
“Kami hanya menyampaikan bahwa PWNU menugaskan Kiai Abdul Hakim Mahfudz sebagai kandidat Ketua Umum PBNU. Alhamdulillah, 45 PCNU se-Jatim menyatakan sepakat dan berada dalam satu barisan untuk mengusung beliau,” ujarnya.
Selain mengusung Gus Kikin, PWNU Jawa Timur juga mengajak seluruh PCNU untuk mengawal hasil Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU, khususnya berbagai rekomendasi yang berasal dari Jawa Timur.
Abdul Matin mengatakan terdapat sejumlah pertimbangan yang mendasari dukungan kepada Gus Kikin. Salah satunya adalah komitmen Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut untuk mengembalikan tata kelola organisasi NU agar berpedoman pada Qanun Asasi yang dirumuskan oleh pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.
Selain itu, Gus Kikin dinilai memiliki visi membangun NU sebagai organisasi yang mengedepankan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Nahdliyah, serta memperkuat persatuan di lingkungan organisasi.
“Beliau ingin membawa Nahdlatul Ulama dalam pengelolaan jam’iyah yang sejuk, tidak gaduh, penuh suasana ukhuwah dan persatuan sehingga seluruh program organisasi dapat berjalan dengan baik,” kata Abdul Matin.
Ia juga menilai Gus Kikin memiliki pengalaman panjang dalam mengelola organisasi, baik di lingkungan pesantren, dunia usaha, maupun kepengurusan NU. Gus Kikin pernah menjadi pengurus PBNU, kini menjabat Ketua PWNU Jawa Timur, serta telah mengikuti seluruh jenjang kaderisasi kepemimpinan di NU.
Di bidang ekonomi, lanjut Abdul Matin, Gus Kikin dinilai telah mapan sehingga tidak memiliki kepentingan pribadi dalam memimpin organisasi.
“Beliau bukan ingin hidup dari NU, tetapi ingin menghidupkan Nahdlatul Ulama. Secara ekonomi beliau sudah mapan, sehingga fokusnya adalah mengembangkan organisasi dan memberikan manfaat bagi warga Nahdliyin,” pungkasnya.
![]()
