Di kalangan kaum santri dan pencinta ilmu hikmah, nama KH. Muhammad Nurul Huda Jazuli bukan sekadar sosok ulama sepuh, melainkan jangkar spiritual yang petuah-petuahnya selalu dinanti. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, ini memegang sanad keilmuan yang kuat, menjadikannya rujukan utama dalam urusan thariqah kehidupan, termasuk dalam urusan kelapangan rezeki.
Salah satu ijazah yang paling masyhur dan banyak diamalkan oleh masyarakat luas dari Kiai Huda adalah membaca Surat Al-Waqiah sebanyak 3 kali setiap selesai sholat Ashar.
Mengapa waktu sore dan mengapa harus tiga kali?
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai amalan jalur “langit” ini.
Filosofi Waktu Ashar dan Surat Al-WaqiahJika biasanya Surat Al-Waqiah identik dibaca pada malam hari atau setelah sholat Subuh, Kiai Huda Jazuli memberikan ijazah khusus pada waktu setelah Ashar.
Dalam tradisi pesantren, waktu di penghujung siang menuju maghrib ini merupakan momen pergantian malaikat penjaga amalan.Membaca Al-Waqiah di waktu ini ibarat menutup lembaran amal siang hari dengan lantunan kalam suci yang megah.”Surat Al-Waqiah adalah surat kekayaan.
Membacanya secara istiqomah adalah bentuk pengakuan bahwa kita adalah hamba yang fakir dan hanya Allah-lah Yang Maha Kaya,” tutur salah seorang alumni Pesantren Al-Falah yang mengamalkan ijazah tersebut.Bilangan 3 kali juga memiliki filosofi keteguhan—bukan sekadar dibaca cepat, melainkan dinikmati polanya agar meresap ke dalam jiwa.
