TEL AVIV — Eskalasi militer di Timur Tengah memasuki babak baru yang semakin kompleks setelah kelompok milisi Houthi dari Yaman melancarkan serangan rudal langsung ke wilayah Israel pada Senin (8/6/2026) pagi. Serangan mendadak ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah gelombang rudal balistik Iran menggempur negara tersebut pada Minggu malam, menandai berakhirnya periode relatif tenang sejak kesepakatan gencatan senjata awal April lalu.
Berdasarkan informasi resmi yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sirene peringatan serangan udara langsung bergaung hebat di sejumlah distrik strategis segera setelah sistem deteksi dini menangkap pergerakan proyektil berkecepatan tinggi dari arah selatan. Komando Front Dalam Negeri Israel menginstruksikan warga sipil di wilayah terdampak untuk segera memasuki ruang perlindungan bom guna mengantisipasi jatuhnya serpihan rudal.
Pihak IDF mengeklaim bahwa sistem pertahanan udara berlapis milik mereka—yang mencakup sistem Arrow untuk intersepsi jarak jauh—berhasil beroperasi secara optimal dan merontokkan rudal kiriman Houthi tersebut sebelum sempat menghantam target vital di darat.
“Sistem pertahanan udara kami telah berhasil mengidentifikasi dan mencegat ancaman udara yang datang dari wilayah Yaman. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa langsung akibat serangan ini,” tulis pernyataan resmi militer Israel melalui platform media sosial X.
Tim Redaksi Kyaikum.com diolah dari cnbc dan media onine
