Dalam mengarungi kehidupan, manusia sering kali dihadapkan pada rasa kecewa ketika harapan dan keinginan tidak berjalan sesuai rencana. Menanggapi fenomena spiritual ini, ulama ahli tafsir terkemuka, KH. Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha, memberikan sebuah pesan sejuk yang menyentuh hati sekaligus menenangkan jiwa.
Beliau mengingatkan umat Islam untuk senantiasa membangun prasangka baik (husnuzan) kepada Allah SWT, terutama saat mendapati doa-doa yang dipanjatkan belum kunjung dikabulkan sesuai ekspektasi.
“Terkadang Allah tidak memberi yang kamu mau, tapi Allah beri yang kamu butuh. Dan di situlah letak kasih sayang-Nya,” ungkap Gus Baha dalam sebuah kutipan hikmah yang sarat akan makna mendalam.
Menggeser Paradigma: Antara Keinginan dan Kebutuhan
Menurut Gus Baha, manusia adalah makhluk yang pendek akal dalam melihat masa depan. Apa yang dianggap baik hari ini, belum tentu membawa maslahat di kemudian hari. Sering kali, apa yang sangat diinginkan manusia hanyalah pemuas nafsu sesaat atau bahkan sesuatu yang bisa menjerumuskannya.
Sebaliknya, Allah SWT Yang Maha Mengetahui memberikan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh hamba-Nya untuk keselamatan dunia dan akhirat. Penolakan Allah atas suatu keinginan, pada hakikatnya, sering kali merupakan bentuk perlindungan-Nya yang paling nyata.
