JOMBANG – Menjelang perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, efek domino ekonomi di masyarakat lokal mulai terasa signifikan. Meski acara masih terhitung beberapa pekan ke depan, gairah ekonomi di sekitar lokasi kegiatan telah menunjukkan geliat positif yang nyata.
Keputusan PBNU yang menetapkan Tambakberas sebagai tuan rumah menjadi pemicu utama bangkitnya sektor jasa dan perdagangan. Dengan proyeksi kehadiran 6.000 delegasi resmi serta puluhan ribu penggembira dari berbagai penjuru tanah air, para pelaku usaha di Jombang mulai melakukan persiapan intensif untuk menangkap peluang ini.
Lonjakan Sektor Akomodasi
Dampak paling mencolok terjadi pada sektor penyediaan tempat tinggal sementara. Antusiasme peserta untuk mencari akomodasi di sekitar “ring satu” pesantren telah memicu lonjakan harga sewa rumah atau homestay. Berdasarkan informasi di lapangan, tarif sewa satu unit rumah untuk durasi satu minggu selama perhelatan Muktamar kini menembus angka Rp5 juta hingga Rp10 juta. Fenomena ini pun disambut oleh warga lokal dengan membuka rumah pribadi mereka sebagai tempat inap, bahkan rela untuk sementara waktu mengungsi atau menumpang di tempat kerabat demi memberikan fasilitas bagi para tamu Muktamar.
Optimisme UMKM dan Sektor Kreatif
Sektor UMKM dan ekonomi kreatif di Jombang juga mencatatkan tren positif. Para perajin atribut organisasi, seperti konveksi kaos, tas, peci, hingga pernak-pernik bertema Muktamar, saat ini telah kebanjiran pesanan sebagai upaya pemenuhan stok sebelum acara dimulai.
Tak hanya itu, ekosistem kuliner dan penyedia katering skala mikro hingga makro kini tengah memetakan kapasitas produksi mereka. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap lonjakan kebutuhan konsumsi yang masif selama lima hari rangkaian Muktamar berlangsung.
Penyerapan Tenaga Kerja dan Infrastruktur
Di sisi lain, persiapan logistik dan infrastruktur pendukung juga memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat sekitar. Konsolidasi yang dilakukan oleh panitia (OC) bersama PCNU Jombang dan pihak pesantren dalam memperbaiki fasilitas sidang komisi serta menata ruang publik telah menyerap tenaga kerja lokal. Perputaran uang di sektor material dan jasa konstruksi pun turut menjadi penopang utama ekonomi masyarakat menjelang hari puncak acara.
Perhelatan Muktamar ke-35 ini ditegaskan bukan sekadar forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi, melainkan menjadi instrumen daya dorong ekonomi yang strategis bagi masyarakat Jombang secara luas.
![]()
