JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengumumkan jadwal dan lokasi pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026. Forum strategis tingkat nasional ini dijadwalkan berlangsung pada 20–21 Juni 2026 dan bertempat di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.
Keputusan penetapan lokasi tersebut diambil setelah tim survei khusus dari PBNU melakukan penilaian intensif terhadap beberapa kandidat lokasi, hingga akhirnya merekomendasikan Pesantren Ploso atas restu dari pengasuh pondok, KH Nurul Huda Djazuli dan Gus Kautsar. Ketua Panitia Munas-Konbes sekaligus Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengusulkan agar rangkaian pembukaan nantinya juga melibatkan kawasan pesantren bersejarah di Madura, seperti Makbarah Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan.
Agenda Strategis Menuju Muktamar ke-35
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menjelaskan bahwa Munas dan Konbes ini merupakan tahapan yang sangat krusial bagi organisasi. Selain membahas persoalan keagamaan (masail al-waqi’iyah) dan isu kebangsaan terkini, forum ini didesain sebagai ajang finalisasi sebelum melangkah ke momen tertinggi organisasi, yaitu Muktamar.
”Forum tersebut akan menjadi ajang penentuan jadwal definitif dan lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang rencananya digelar pada awal Agustus mendatang, dengan tetap menunggu arahan serta restu dari para kiai sepuh dan masyayikh,” ujar Gus Yahya.
Munas Alim Ulama sendiri merupakan forum permusyawaratan tertinggi di dalam struktur Nahdlatul Ulama setelah Muktamar yang khusus mempertemukan para ulama, pengasuh pesantren, dan pakar untuk membedah hukum fiqih kontemporer serta melahirkan rekomendasi strategis bagi umat dan bangsa.
Redaksi : Tim kyaiku.com diolah dari berbagai sumber detik, tribun, timesindonesi
