Di tengah berbagai kesibukan dan persoalan hidup yang dihadapi masyarakat modern, banyak ulama dan tokoh agama mengingatkan pentingnya memperbanyak doa dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu pesan yang banyak dibagikan di kalangan masyarakat adalah amalan membaca kalimat:
“Allahumma sallimna warhamna bi syafa’atii Ya Rasulullah.” Amalan tersebut dianjurkan untuk dibaca sebanyak tiga kali saat berdoa sebagai bentuk tawassul dan ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW. Dalam tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah, memperbanyak shalawat merupakan ibadah yang memiliki keutamaan besar karena menjadi sebab turunnya rahmat, keberkahan, serta terkabulnya doa.
Pesan tersebut juga sering dikaitkan dengan nasihat yang dinisbatkan kepada Abah Guru Sekumpul, ulama kharismatik asal Martapura, Kalimantan Selatan, yang dikenal luas karena ajaran-ajaran beliau yang menekankan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Para ulama menjelaskan bahwa doa yang diawali dan diakhiri dengan pujian kepada Allah serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki adab yang lebih sempurna.
Selain itu, shalawat juga menjadi sarana bagi seorang hamba untuk mendapatkan syafaat Rasulullah SAW di hari kiamat kelak.
Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai tantangan kehidupan, amalan sederhana seperti memperbanyak shalawat dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT serta meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Masyarakat pun diajak untuk tidak hanya berharap pada terkabulnya doa, tetapi juga memperkuat keyakinan, kesabaran, dan ketakwaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Sebab pada hakikatnya, setiap doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan akan mendapat jawaban terbaik dari Allah SWT sesuai hikmah dan waktu yang telah ditentukan-Nya.”Perbanyaklah shalawat, karena di dalamnya terdapat rahmat, keberkahan, dan jalan menuju cinta kepada Rasulullah SAW.”
