Ibu Nyai Hj. Nur Hannah Zamzami tentang Al-Qur’an: “Kejarlah Istiqomah”

Perjalanan seorang muslim dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an sering kali diwarnai oleh berbagai dinamika dan tingkat pencapaian yang berbeda-beda. Menanggapi fenomena tersebut, tokoh perempuan sekaligus pengasuh pondok pesantren, Ibu Nyai Hj. Nur Hannah Zamzami, memberikan sebuah pesan sejuk yang sarat akan makna spiritual mendalam bagi para pejuang Al-Qur’an.

​Dalam sebuah kutipan yang viral di media sosial, Ibu Nyai Hj. Nur Hannah Zamzami mengingatkan bahwa tolok ukur kesuksesan seorang hamba di hadapan Al-Qur’an tidak melulu soal kecepatan atau kesempurnaan lahiriah, melainkan pada aspek konsistensi atau keistiqomahan.

​”Ada yang ditakdirkan hafal Qur’an namun belum khatam, ada yang ditakdirkan khatam namun belum lancar, ada yang ditakdirkan lancar namun belum Istiqomah, maka kejarlah Istiqomah,” dawuh beliau

Menghargai Setiap Proses

​Pesan ini seolah menjadi oase bagi banyak orang yang kerap merasa berkecil hati atau terjebak dalam ruang kompetisi duniawi saat mempelajari kitab suci. Beliau memetakan realitas para penghafal Al-Qur’an ke dalam beberapa fase kehidupan.

Fase Menghafal: Ada kalanya seseorang diberikan anugerah hafalan yang kuat namun belum ditakdirkan menyelesaikan seluruh juz.

Fase Khatam: Ada yang berhasil mengkhatamkan 30 juz, tetapi masih terbata-bata atau belum lancar dalam melafalkannya.

Fase Kelancaran: Ada pula yang sudah lancar dan fasih, namun ujian terbesarnya adalah menjaga konsistensi (istiqomah) untuk terus membaca dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

​Dari seluruh fase tersebut, Ibu Nyai Nur Hannah menegaskan bahwa istiqomah adalah puncak pencapaian yang paling utama untuk dikejar.

Tim Redaksi kyaiku.com di olah dari berbagai sumber kompas, google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *