Pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Narukan, Kragan, KH. Bahauddin Nur Salim—atau yang akrab disapa Gus Baha—kembali memberikan petuah mendalam yang menyejukkan hati umat. ulama ahli tafsir ini membagikan analogi sederhana namun sarat makna mengenai hakikat kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup.
Dalam kutipan tersebut, Gus Baha mengajak masyarakat untuk merefleksikan sifat sabar dengan ibadah puasa yang sudah sangat akrab di kehidupan sehari-hari.
”Seperti apa sabar itu? Seperti berpuasa, kita yakin bahwa maghrib akan datang. Begitu juga ujian, akan selalu ada akhir yang indah,”
Menanamkan Keyakinan di Tengah Ujian
Analogi yang disampaikan Gus Baha memberikan sudut pandang baru dalam memandang masalah. Menurutnya, kesabaran sejati didasari oleh sebuah keyakinan yang mutlak. Ketika seseorang berpuasa dan merasakan haus serta lapar di siang hari, ia tidak akan berputus asa karena ia tahu pasti bahwa waktu maghrib (berbuka) akan tiba.
