Saat ngaji kitab Kunuzur Rahman fi Durusil Qur’an karyanya Jumat (12/6/2026) malam, Pengasuh Asrama Hidayatul Qur’an PP Darul Ulum Rejoso sekaligus ketua MUI Jombang, Dr KH Afifuddin Dimyati Alhafiz (Gus Awis), menjelaskan beberapa pelajaran yang bisa diambil dari Surat Alfatihah.
Di antaranya, kita dianjurkan sering mendoakan orang lain. Ini ditunjukkan dari penggunaan domir mutakallim ma-al gair yang berarti kita/kami dalam doa ihdina (Ya Allah tunjukkanlah kami).
’’Meskipun kita sendirian yang berdoa, dianjurkan pakai ihdina (tunjukkanlah kami), bukan ihdini (tunjukkanlah saya),’’ terangnya.
Maka kita harus sering mendoakan orang lain. ’’Orang baik itu bukan hanya berdoa untuk kebaikan dirinya sendiri, tetapi juga untuk kebaikan orang lain,’’ tuturnya.
Pada pengajian yang lain Gus Awis pernah cerita, anak itu akan baik ketika teman-temannya juga baik. Makanya anak dikirim ke pesantren agar kumpul dengan anak-anak baik sehingga menjadi baik.
Makanya orang tua perlu mendoakan anaknya. Juga mendoakan teman-teman anaknya. Karena jika teman anaknya baik, maka si anak juga akan menjadi baik.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Doa yang mustajabah yakni mendoakan seseorang dibalik punggungnya. Maksudnya, dia tidak tahu kalau kita mendoakan.
Ketika kita mendoakan orang lain, maka ada malaikat yang balik mendoakan kita; Untukmu hal yang sama. Maka doa baik kepada orang lain, dan doa buruk kepada orang lain, akan kembali kepada diri kita sendiri.
Motivator Ary Ginanjar pernah menyampaikan the power of mendoakan orang lain. Suatu ketika dia membangun gedung tidak kunjung selesai. Macet pembangunannya. Kebetulan di sebelahnya juga ada gedung yang belum selesai. Juga macet pembangunannya.
Tiap melewati gedung sebelah yang belum selesai itu, Ary selalu mendoakan semoga gedung itu segera selesai. Hingga akhirnya gedung sebelah itu selesai. Dan gedungnya sendiri juga selesai…
Disclaimer; tulisan ini tidak menganjurkan mendoakan teman wayuh, dengan harapan kita sendiri bisa wayuh… hehe
