Pesan sederhana namun penuh makna kembali disampaikan oleh ulama kharismatik Indonesia, Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab dikenal sebagai Gus Baha. Dalam sebuah kutipan yang banyak dibagikan di media sosial, beliau mengingatkan bahwa kebahagiaan hidup tidak harus dicapai dengan cara yang rumit.
Dalam kutipan tersebut, Gus Baha menyampaikan:
“Hidup tidak usah dibuat sulit, tidak usah ruwet. Asal tidak maksiat, bisa menjadi pribadi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi banyak orang serta tidak mengusik hidup orang lain, itu sudah cukup.”
Pesan tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan karena dinilai relevan dengan kondisi masyarakat modern yang sering kali terbebani oleh tuntutan kehidupan, persaingan sosial, dan keinginan untuk selalu terlihat sempurna.
Menurut sejumlah pengamat keagamaan, nasihat Gus Baha mengandung ajaran Islam yang menekankan keseimbangan hidup. Seorang Muslim tidak hanya dituntut untuk menjauhi perbuatan yang dilarang agama, tetapi juga dianjurkan untuk menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Menjadi Pribadi yang Menyenangkan
Dalam pandangan Gus Baha, ukuran keberhasilan hidup tidak selalu diukur dari kekayaan, jabatan, atau popularitas. Sikap ramah, menjaga hubungan baik dengan sesama, dan tidak menjadi sumber masalah bagi orang lain merupakan nilai yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Prinsip tersebut sejalan dengan ajaran Rasulullah ﷺ yang menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Menghindari Konflik yang Tidak Perlu
Nasihat “tidak mengusik hidup orang lain” juga menjadi pengingat agar masyarakat lebih bijak dalam bersikap, terutama di era media sosial. Perdebatan yang tidak produktif, penyebaran kebencian, dan perilaku yang merugikan orang lain sering kali menjadi sumber keresahan di tengah masyarakat.
Dengan menjaga lisan, tulisan, dan perilaku, seseorang dapat menciptakan lingkungan yang lebih damai dan harmonis.
Kesederhanaan yang Membahagiakan
Bagi Gus Baha, hidup yang baik tidak harus selalu dipenuhi ambisi berlebihan. Selama seseorang mampu menjaga diri dari kemaksiatan, memberikan manfaat kepada sesama, dan hidup berdampingan dengan damai, maka ia telah menjalani kehidupan yang bernilai di hadapan Allah SWT.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali lahir dari hal-hal sederhana: berbuat baik, menjaga akhlak, dan menghadirkan ketenangan bagi orang-orang di sekitar.
Reporter: Redaksi Kyaiku.com
Foto: Ilustrasi kutipan motivasi Gus Baha tentang kesederhanaan hidup dan pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama
