Jombang – Ma’had Aly Darul Ulum Jombang resmi meluncurkan kitab Kunuzur Rohman fi Durusil Qur’an, karya terbaru KH M. Afifudin Dimyathi, Lc., M.A. atau yang akrab disapa Gus Awis. Peluncuran kitab tersebut menjadi puncak rangkaian kegiatan Bulan Kajian Kitab Ulumul Qur’an Nusantara yang digelar di Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, pada Ahad, 24 Mei 2026.
Acara yang mengusung tema “Rekonfigurasi Metode Tafsir Kontekstual” tersebut dihadiri para kiai, akademisi, santri, dan pegiat studi Al-Qur’an dari berbagai daerah. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Pusat Pondok Pesantren Darul Ulum dan menjadi momentum penting dalam pengembangan kajian Al-Qur’an di lingkungan pesantren.
Kitab Kunuzur Rohman fi Durusil Qur’an merupakan karya dua jilid berbahasa Arab yang disusun Gus Awis sejak April 2024 dan rampung pada November 2025. Berbeda dengan karya-karya sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada aspek tafsir dan ilmu Al-Qur’an secara klasik, kitab ini berusaha menggali pesan, pelajaran, dan nilai-nilai Al-Qur’an yang relevan dengan berbagai persoalan kehidupan modern.
Dalam pemaparannya, Gus Awis menjelaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan ritual, tetapi juga sumber inspirasi dalam menjawab tantangan zaman. Melalui kitab ini, ia berupaya menghadirkan pendekatan yang tetap berakar pada tradisi keilmuan Islam klasik namun mampu berdialog dengan realitas sosial kontemporer.
Mudir Ma’had Aly Darul Ulum tersebut dikenal sebagai salah satu ulama produktif di bidang tafsir dan ilmu Al-Qur’an. Sebelumnya, ia telah melahirkan sejumlah karya penting, di antaranya Tafsir Hidayatul Qur’an, Asy-Syamil fi Balaghatil Qur’an, dan berbagai kitab berbahasa Arab yang menjadi rujukan di kalangan akademisi maupun pesantren.
Panitia penyelenggara berharap peluncuran kitab ini dapat memperkuat tradisi intelektual pesantren sekaligus mendorong lahirnya kajian-kajian Al-Qur’an yang relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar Ma’had Aly Darul Ulum untuk menjaga kesinambungan khazanah keilmuan Islam sekaligus mengembangkannya sesuai tuntutan zaman.
“Kitab ini diharapkan menjadi jembatan antara kekayaan warisan ulama terdahulu dengan tantangan kehidupan modern, sehingga pesan-pesan Al-Qur’an dapat lebih mudah dipahami dan diamalkan oleh masyarakat luas,” demikian semangat yang mewarnai peluncuran karya terbaru Gus Awis tersebut.
Reporter: Redaksi
Sumber : di olah dari Ma’had Aly Darul Ulum Jombang, NU Online Jombang, Dunia Santri.
