Amerika Serikat (AS) menyatakan, kapal-kapal akan melintasi Selat Hormuz tanpa pungutan biaya. Hal tersebut merupakan salah satu poin dalam nota kesepahaman (MoU) damai antara Washington dan Iran yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump.
Pemerintah AS juga menegaskan, Teheran harus memenuhi komitmennya terlebih dahulu sebelum memperoleh manfaat ekonomi dari kesepakatan tersebut, sebagaimana dilansir AFP, Senin (15/6/2026).
Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf disebut telah menandatangani MoU tersebut secara elektronik pada Minggu (17/6/2026).
Vance mengatakan kepada CNBC, ada pemahaman dengan Iran bahwa selat tersebut akan dibuka kembali tanpa pungutan biaya untuk jangka panjang.
“Dan hal semacam itulah yang akan kami bahas dalam negosiasi teknis ini,” papar Vance
Trump, yang sedang menghadiri KTT G7 di Perancis, mengatakan teks kesepakatan kemungkinan dirilis setelah Jumat (19/6/2026).
Namun, dia menambahkan bahwa masih ada proses lain untuk memastikan selat tersebut telah bebas dari ranjau.
Pejabat AS pertama mengatakan lalu lintas kapal seharusnya kembali ke level sebelum perang dalam beberapa pekan ke depan.
Meski demikian, dia menyebut sudah ada peningkatan lalu lintas yang substansial.
