Seruan Masyayikh Jelang Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama
Bismillahirrahmanirrahim Dalam suasana penuh kekeluargaan, ukhuwah Islamiyah, dan tanggung jawab kejam’iyahan, para masyayikh, alim…
Bismillahirrahmanirrahim Dalam suasana penuh kekeluargaan, ukhuwah Islamiyah, dan tanggung jawab kejam’iyahan, para masyayikh, alim ulama, dan pengasuh pondok pesantren yang hadir dalam Ramah Tamah Masyayikh Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada tanggal 4 Muharam 1448 H bertepatan dengan 20 Juni 2026 M, setelah mencermati berbagai perkembangan menjelang penyelenggaraan Musyawarah…
Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai daerah memusatkan perhatian ke Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026. Forum nasional tersebut menjadi ajang penting bagi para ulama dan pengurus NU untuk merumuskan berbagai langkah strategis organisasi dalam menghadapi tantangan…
Kediri – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU Tahun 2026 di lingkungan Nahdlatul Ulama, tepatnya di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Forum strategis tersebut berlangsung pada 20–23 Juni 2026 dan dihadiri para ulama, kiai, pengurus wilayah, serta perwakilan warga NU dari…
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan membahas rancangan regulasi tata kelola pertambangan dalam Konferensi Besar (Konbes) NU 2026. Regulasi tersebut disiapkan untuk memastikan pengelolaan usaha pertambangan yang berada di bawah naungan organisasi berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi jam’iyah serta masyarakat. Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni mengatakan pembahasan mengenai tata…
Kyaiku.com – Di tengah hidup yang serba cepat, tokoh seperti Imam Nawawi mengajak kita untuk kembali pada makna sejati ilmu dan ketulusan beragama. Dari seorang pemuda desa kecil bernama Nawa di Damaskus, namanya kini dikenal seluruh dunia Islam. Apa yang membuatnya begitu berpengaruh? Mungkin jawabannya tidak hanya terletak pada keluasan ilmunya, namun juga keberpihakannya pada…
Ulama kharismatik Indonesia, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha, dikenal sering menyampaikan amalan-amalan sederhana yang mudah diamalkan oleh masyarakat. Salah satu amalan yang banyak beredar dan mendapat perhatian jamaah adalah ijazah membaca salam ketika memasuki rumah. Dalam sebuah kajian, Gus Baha menjelaskan bahwa seseorang dianjurkan tetap mengucapkan salam saat memasuki rumah,…
Pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Narukan, Kragan, KH. Bahauddin Nur Salim—atau yang akrab disapa Gus Baha—kembali memberikan petuah mendalam yang menyejukkan hati umat. ulama ahli tafsir ini membagikan analogi sederhana namun sarat makna mengenai hakikat kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup. Dalam kutipan tersebut, Gus Baha mengajak masyarakat untuk merefleksikan sifat sabar dengan ibadah puasa yang sudah…
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan ‘Kang Santri AI’ sebuah platform kecerdasan buatan berbasis literatur pesantren yang dikembangkan oleh kalangan santri. Peluncuran diadakan bersamaan dengan Talkshow Inovasi bertajuk Santri Berkarya, Berjejaring, dan Berdaya dalam Ekosistem Digital Indonesia di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026). Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam…
Saat ngaji kitab Kunuzur Rahman fi Durusil Qur’an karyanya Jumat (12/6/2026) malam, Pengasuh Asrama Hidayatul Qur’an PP Darul Ulum Rejoso sekaligus ketua MUI Jombang, Dr KH Afifuddin Dimyati Alhafiz (Gus Awis), menjelaskan beberapa pelajaran yang bisa diambil dari Surat Alfatihah. Di antaranya, kita dianjurkan sering mendoakan orang lain. Ini ditunjukkan dari penggunaan domir mutakallim ma-al…
Di tengah hiruk-pikuk modernisasi dan kejar-kejaran prestasi akademik formal, ada satu sosok bersahaja yang perannya begitu krusial namun sering kali luput dari sorotan publik. Mereka adalah para guru ngaji tradisional—sosok pertama yang dengan penuh kesabaran mengenalkan huruf-huruf hijaiyah kepada anak-anak di pelosok negeri. Sebuah pengingat visual yang belakangan viral di media sosial kembali menggelitik kesadaran…